Tips Menjual Rumah Agar Cepat Laku
Menjual rumah membutuhkan sedikit kesabaran. Ada yang baru memasang iklan beberapa hari sudah ada orang yang datang melihat, tetapi ada juga yang sudah lama dipasarkan dan masih belum menemukan pembeli.
Biasanya bukan hanya soal harga. Kondisi rumah, foto, lokasi, cara membuat iklan, sampai bagaimana pemilik melayani calon pembeli juga bisa memengaruhi proses penjualan.
Kalau Anda sedang ingin menjual rumah, beberapa hal berikut bisa dilakukan agar rumah lebih menarik bagi orang yang sedang mencari properti.
Tentukan harga rumah dengan melihat kondisi sekitar
Sebelum memasang iklan, coba cari tahu dulu harga rumah di sekitar lokasi.
Lihat beberapa rumah yang memiliki ukuran tanah dan bangunan yang kurang lebih sama. Perhatikan juga kondisi bangunan, lebar jalan, akses menuju rumah, dan fasilitas yang ada di sekitarnya.
Jangan hanya berpatokan pada harga rumah yang pernah Anda beli. Harga properti bisa berubah seiring waktu dan setiap lokasi memiliki kondisi pasar yang berbeda.
Kalau harga yang dipasang terlalu jauh dari harga rumah lain di sekitar, calon pembeli mungkin akan memilih melihat properti lain terlebih dahulu.
Tidak harus menjual dengan harga paling murah. Yang penting, harga tersebut masih masuk akal jika dibandingkan dengan rumah sejenis.
Rapikan rumah sebelum memasang iklan
Rumah yang akan dijual tidak harus direnovasi besar-besaran.
Membersihkan rumah dan merapikan barang-barang yang tidak diperlukan sudah cukup membantu. Bagian depan rumah juga sebaiknya diperhatikan karena menjadi bagian pertama yang dilihat ketika orang datang.
Rumput yang terlalu panjang bisa dipotong, halaman dibersihkan, dan barang-barang yang menumpuk sebaiknya dirapikan.
Di dalam rumah, bersihkan bagian yang mudah terlihat seperti ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan kamar tidur.
Rumah yang bersih akan lebih mudah membuat calon pembeli membayangkan bagaimana kalau mereka tinggal di sana.
Foto rumah jangan asal
Kalau rumah dijual secara online, foto menjadi salah satu hal yang sangat penting.
Tidak perlu kamera mahal. Kamera HP sudah cukup selama fotonya terang dan tidak buram.
Sebaiknya ambil foto pada siang hari. Buka jendela atau tirai supaya cahaya masuk ke dalam ruangan. Sebelum memotret, rapikan terlebih dahulu ruangan yang akan difoto.
Jangan hanya memasang satu atau dua foto.
Calon pembeli biasanya ingin melihat kondisi rumah secara keseluruhan. Foto bagian depan, ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, halaman, garasi, dan bagian lain yang menjadi kelebihan rumah.
Kalau ada taman yang cukup luas atau balkon dengan pemandangan bagus, tampilkan juga.
Buat judul iklan yang langsung menjelaskan rumah
Judul iklan tidak perlu dibuat berlebihan.
Daripada hanya menulis "Rumah Dijual Murah", lebih baik berikan informasi yang memang dicari orang.
Contohnya:
Rumah 3 Kamar Dijual di Depok Dekat Stasiun
atau:
Rumah 2 Lantai Dijual di Cibubur, Carport 2 Mobil
Dari judul tersebut, orang sudah mendapatkan gambaran mengenai rumah yang ditawarkan.
Ini juga membantu orang yang memang sedang mencari rumah berdasarkan lokasi atau spesifikasi tertentu.
Jangan terlalu pendek menulis deskripsi
Deskripsi seperti:
Rumah dijual murah, lokasi strategis, serius hubungi pemilik.
belum cukup memberikan informasi.
Coba ceritakan kondisi rumah dengan bahasa yang sederhana. Sebutkan luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar, kamar mandi, lantai, carport, listrik, air, dan kondisi sertifikat jika memang sudah siap.
Contohnya:
Rumah memiliki luas tanah 90 m² dengan bangunan 70 m². Terdiri dari 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Di bagian depan terdapat carport dan halaman kecil. Jalan depan rumah bisa dilalui mobil dan lingkungan cukup ramai pada siang hari.
Deskripsi seperti ini jauh lebih membantu calon pembeli karena mereka bisa mengetahui gambaran rumah sebelum datang.
Ceritakan kelebihan lokasinya
Lokasi sering menjadi salah satu alasan seseorang memilih sebuah rumah.
Tetapi hindari hanya menggunakan kalimat "lokasi sangat strategis". Kalimat tersebut terlalu umum.
Lebih baik jelaskan apa yang memang ada di sekitar rumah.
Misalnya dekat sekolah, pasar, stasiun, rumah sakit, pusat perbelanjaan, pintu tol, atau jalan utama.
Kalau rumah memang agak jauh dari fasilitas tertentu, tidak perlu dipaksakan. Tulis saja informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Foto lingkungan sekitar juga bisa membantu
Selain foto rumah, Anda bisa menambahkan beberapa foto lingkungan.
Misalnya foto jalan depan rumah, akses masuk perumahan, taman, atau fasilitas umum yang memang dekat dengan lokasi.
Bagi orang yang belum pernah datang ke kawasan tersebut, foto seperti ini bisa memberikan gambaran yang lebih jelas.
Siapkan informasi mengenai dokumen rumah
Ketika seseorang mulai serius membeli rumah, pertanyaan mengenai sertifikat dan dokumen biasanya akan muncul.
Sebaiknya pemilik sudah menyiapkan informasi tersebut sebelum rumah dipasarkan.
Jika ada dokumen yang masih dalam proses atau ada kondisi tertentu yang perlu diketahui calon pembeli, sampaikan sejak awal.
Jangan menunggu sampai pembeli sudah datang berkali-kali baru menjelaskan masalah dokumen.
Untuk memastikan proses jual beli berjalan dengan baik, pemeriksaan dokumen dan proses legal dapat dibantu oleh notaris atau PPAT.
Jangan memasang harga berbeda-beda
Kalau rumah dipasarkan di beberapa tempat, usahakan harga dan informasi yang dicantumkan sama.
Jangan sampai di satu iklan tertulis Rp700 juta, sementara di tempat lain Rp750 juta.
Perbedaan seperti itu bisa membuat calon pembeli bertanya-tanya dan menganggap ada sesuatu yang tidak jelas.
Kalau memang harga berubah, segera perbarui semua iklan yang masih aktif.
Balas calon pembeli dengan cepat
Kadang ada orang yang menghubungi hanya untuk bertanya harga atau meminta foto tambahan. Jangan langsung menganggap mereka tidak serius.
Bisa saja mereka sedang membandingkan beberapa rumah sebelum menentukan mana yang ingin dikunjungi.
Balas pertanyaan dengan jelas dan tidak perlu terlalu panjang.
Kalau ada yang meminta lokasi atau ingin membuat janji untuk survei, berikan informasi yang diperlukan dan tentukan waktu yang nyaman.
Berikan kesempatan untuk survei
Calon pembeli rumah biasanya ingin melihat langsung sebelum membuat keputusan.
Saat ada yang datang survei, biarkan mereka melihat kondisi rumah dengan cukup leluasa.
Mereka mungkin akan memeriksa kamar mandi, atap, dinding, lantai, halaman, akses jalan, sampai lingkungan sekitar.
Tidak perlu terburu-buru menanyakan apakah mereka akan membeli atau tidak.
Kalau memang tertarik, biasanya mereka akan menghubungi kembali untuk membicarakan harga atau proses selanjutnya.
Siapkan ruang untuk negosiasi
Harga yang tercantum di iklan belum tentu menjadi harga akhir.
Sebelum memasang iklan, sebaiknya tentukan terlebih dahulu batas harga yang masih bisa diterima.
Dengan begitu, ketika ada calon pembeli yang melakukan penawaran, Anda sudah mempunyai pertimbangan dan tidak mengambil keputusan secara spontan.
Kalau penawaran terlalu jauh, Anda juga bisa menjelaskan kembali kondisi rumah dan alasan harga yang diberikan.
Jangan menyembunyikan kekurangan rumah
Rumah yang dijual tentu memiliki kondisi yang berbeda-beda.
Kalau ada bagian yang memang perlu diperbaiki, sebaiknya disampaikan dengan jujur.
Misalnya kamar mandi perlu direnovasi, cat beberapa bagian sudah lama, atau akses jalan menuju rumah cukup sempit.
Hal seperti ini biasanya tetap akan diketahui ketika calon pembeli melakukan survei.
Lebih baik calon pembeli mengetahui dari awal daripada merasa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Jangan menggunakan terlalu banyak kata promosi
Iklan rumah tidak harus dipenuhi kata-kata seperti "termurah", "terbaik", "super strategis", atau "kesempatan emas".
Gunakan bahasa yang biasa saja tetapi informasinya jelas.
Misalnya:
Rumah berada di lingkungan perumahan dengan jalan depan sekitar 5 meter. Jarak ke minimarket sekitar 5 menit dan akses menuju jalan utama cukup mudah.
Kalimat seperti ini terasa lebih meyakinkan karena memberikan informasi yang bisa diperiksa langsung.
Kalau belum laku, lihat kembali iklannya
Sudah beberapa minggu tetapi yang bertanya masih sedikit?
Coba periksa kembali iklannya.
Mungkin foto utama kurang menarik. Bisa juga harga terlalu tinggi, deskripsi terlalu pendek, atau informasi mengenai lokasi belum lengkap.
Coba bandingkan iklan Anda dengan beberapa rumah lain yang sedang dijual di daerah yang sama.
Lihat bagaimana mereka menampilkan foto, menentukan harga, dan menjelaskan rumahnya.
Dari situ biasanya akan terlihat bagian mana yang masih bisa diperbaiki.
Manfaatkan marketplace properti
Sekarang orang tidak harus datang ke agen untuk mencari rumah. Banyak calon pembeli memulai pencarian melalui internet.
Karena itu, memasang rumah di marketplace properti bisa menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan iklan.
Pastikan informasi yang dimasukkan lengkap. Foto yang digunakan sebaiknya merupakan foto terbaru dan harga yang tercantum sesuai dengan harga yang sebenarnya.
Semakin jelas informasi yang tersedia, semakin mudah calon pembeli menentukan apakah rumah tersebut sesuai dengan kebutuhan dan budget mereka.
Jangan terburu-buru menurunkan harga
Ketika rumah belum laku dalam waktu singkat, hal pertama yang sering terpikir adalah menurunkan harga.
Padahal, belum tentu harga menjadi masalah.
Periksa dulu jumlah orang yang melihat iklan, jumlah orang yang bertanya, dan berapa banyak yang datang survei.
Kalau banyak orang melihat tetapi hampir tidak ada yang menghubungi, mungkin iklannya yang perlu diperbaiki.
Kalau banyak yang datang tetapi selalu mundur setelah mengetahui kondisi rumah atau harga, barulah Anda bisa mengevaluasi kembali penawarannya.
Dengan begitu, keputusan untuk mengubah harga tidak dilakukan hanya karena rumah belum terjual dalam beberapa hari.