Tips Memasang Iklan Rumah Secara Gratis
Menjual rumah sekarang tidak harus selalu melalui agen properti. Pemilik rumah juga bisa memasang iklan sendiri melalui internet dan menjangkau calon pembeli tanpa harus mengeluarkan biaya untuk memasang iklan.
Namun, sekadar memasang foto rumah dan menulis harga saja biasanya belum cukup. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya iklan lebih mudah ditemukan dan calon pembeli bisa mendapatkan informasi yang jelas.
Kalau Anda sedang ingin menjual rumah tanpa biaya iklan, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
Pilih tempat memasang iklan yang tepat
Sekarang ada banyak tempat yang bisa digunakan untuk menawarkan rumah secara online. Anda bisa memanfaatkan marketplace properti, media sosial, grup komunitas, maupun situs iklan baris yang menyediakan fasilitas pasang iklan gratis.
Sebaiknya pilih platform yang memang banyak digunakan orang untuk mencari properti.
Tidak perlu langsung memasang iklan di terlalu banyak tempat. Mulai dari beberapa platform yang sesuai, lalu lihat mana yang paling banyak mendatangkan pertanyaan dari calon pembeli.
Gunakan judul yang jelas
Judul menjadi bagian pertama yang biasanya dilihat ketika seseorang menemukan iklan rumah.
Hindari judul yang terlalu umum seperti:
"Rumah Dijual Murah"
Lebih baik masukkan informasi yang memang dicari calon pembeli.
Contohnya:
Rumah 3 Kamar Dijual di Depok Dekat Stasiun
atau:
Rumah 2 Lantai Dijual di Bekasi, Dekat Tol
Dengan judul seperti ini, orang bisa langsung mengetahui jenis rumah dan lokasi yang ditawarkan.
Gunakan foto rumah yang terbaru
Foto memiliki peran besar dalam iklan properti.
Tidak perlu menggunakan kamera profesional. Kamera ponsel juga bisa menghasilkan foto yang bagus selama pencahayaan cukup dan rumah dalam keadaan rapi.
Sebelum mengambil foto, bersihkan ruangan dan singkirkan barang yang terlihat berantakan.
Usahakan mengambil foto pada siang hari agar ruangan terlihat lebih terang.
Beberapa bagian yang sebaiknya difoto antara lain:
-
Tampak depan rumah
-
Ruang tamu
-
Kamar tidur
-
Dapur
-
Kamar mandi
-
Halaman
-
Garasi atau carport
-
Jalan di depan rumah
Kalau rumah memiliki bagian yang menjadi kelebihan, seperti taman, balkon, atau halaman belakang, tampilkan juga.
Tulis deskripsi rumah dengan lengkap
Calon pembeli biasanya ingin mengetahui kondisi rumah sebelum memutuskan untuk datang melihat.
Karena itu, jangan hanya menulis "rumah bagus, lokasi strategis, harga murah".
Sebutkan informasi yang lebih konkret seperti luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar tidur, kamar mandi, jumlah lantai, listrik, sumber air, carport, serta kondisi rumah.
Contohnya:
Rumah memiliki luas tanah 90 m² dan luas bangunan 70 m². Terdiri dari 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan carport. Jalan depan rumah dapat dilalui mobil dan lingkungan berada di kawasan perumahan.
Informasi seperti ini membuat calon pembeli lebih mudah memahami rumah yang Anda tawarkan.
Cantumkan harga dengan jelas
Kalau memang ingin menjual rumah dengan harga tertentu, sebaiknya cantumkan harga secara jelas.
Harga yang transparan membuat calon pembeli lebih mudah menentukan apakah rumah tersebut sesuai dengan budget mereka.
Jika harga masih bisa dinegosiasikan, Anda bisa menuliskan keterangan seperti "nego" atau "masih bisa dibicarakan".
Tidak perlu menaikkan harga terlalu tinggi hanya untuk memberikan diskon besar. Calon pembeli biasanya akan membandingkan harga rumah Anda dengan properti lain di sekitar.
Jelaskan lokasi rumah
Informasi lokasi juga sangat penting ketika memasang iklan rumah secara online.
Tidak perlu menuliskan alamat lengkap jika Anda tidak ingin menyebarkannya secara publik. Anda bisa memberikan nama kawasan, kelurahan, kecamatan, atau patokan yang mudah dikenal.
Tambahkan juga fasilitas yang memang berada di sekitar rumah.
Misalnya:
-
Dekat sekolah
-
Dekat pasar
-
Dekat stasiun
-
Dekat rumah sakit
-
Dekat pusat perbelanjaan
-
Dekat akses tol
-
Dekat jalan utama
Pastikan informasi tersebut sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Berikan informasi mengenai akses jalan
Hal yang sering ditanyakan calon pembeli adalah akses menuju rumah.
Apakah mobil bisa masuk? Apakah jalan cukup lebar? Apakah rumah berada di dalam gang? Bagaimana kondisi jalan ketika hujan?
Informasi seperti ini terlihat sederhana, tetapi cukup penting bagi orang yang belum pernah datang ke lokasi.
Kalau jalan depan rumah bisa dilalui dua mobil, misalnya, Anda bisa mencantumkannya di deskripsi.
Jangan menyembunyikan kondisi rumah
Saat memasang iklan gratis, mungkin ada keinginan untuk membuat rumah terlihat sebagus mungkin.
Namun, jangan sampai informasi yang diberikan berbeda jauh dengan kondisi sebenarnya.
Kalau ada bagian rumah yang membutuhkan perbaikan, lebih baik disebutkan dengan bahasa yang sederhana.
Misalnya cat sudah lama, kamar mandi perlu diperbaiki, atau bagian atap pernah mengalami kebocoran.
Calon pembeli yang serius biasanya akan datang melihat rumah secara langsung. Jadi, lebih baik memberikan informasi yang jujur sejak awal.
Gunakan nomor kontak yang aktif
Jangan sampai calon pembeli sudah tertarik tetapi kesulitan menghubungi pemilik.
Gunakan nomor telepon yang aktif dan periksa pesan secara berkala.
Kalau menggunakan WhatsApp, pastikan nomor yang dicantumkan memang bisa menerima pesan.
Ketika ada orang bertanya, tidak perlu langsung menganggap mereka pasti membeli. Bisa saja mereka sedang membandingkan beberapa rumah.
Jawab pertanyaan mereka dengan baik dan berikan informasi yang dibutuhkan.
Perbarui iklan jika ada perubahan
Misalnya harga rumah berubah, rumah sudah direnovasi, atau ada bagian informasi yang perlu diperbaiki.
Segera perbarui iklan.
Jangan sampai calon pembeli membaca harga lama atau melihat foto yang sudah tidak sesuai dengan kondisi rumah.
Kalau rumah sudah terjual, sebaiknya iklan juga segera dinonaktifkan agar tidak ada orang yang masih menghubungi untuk properti yang sudah tidak tersedia.
Jangan memasang iklan yang sama persis di semua tempat
Memasang iklan di beberapa platform memang bisa membantu memperluas jangkauan.
Tetapi bukan berarti Anda harus menyalin seluruh teks secara mentah tanpa menyesuaikannya.
Di media sosial, misalnya, deskripsi bisa dibuat lebih singkat. Sementara di marketplace properti, informasi mengenai luas tanah, bangunan, kamar, fasilitas, dan lokasi bisa dibuat lebih lengkap.
Yang paling penting adalah informasi utamanya tetap sama.
Manfaatkan media sosial
Selain situs properti, media sosial juga bisa digunakan untuk menawarkan rumah.
Anda bisa mengunggah foto rumah dan memberikan informasi singkat mengenai harga, lokasi, luas tanah, serta nomor kontak.
Jika memiliki video rumah, Anda juga bisa menggunakannya untuk memperlihatkan kondisi properti dengan lebih jelas.
Video sederhana yang direkam menggunakan ponsel sudah cukup untuk memberikan gambaran mengenai ruangan, halaman, dan akses menuju rumah.
Buat video singkat rumah
Foto memang penting, tetapi video bisa memberikan gambaran yang berbeda.
Tidak perlu membuat video dengan editing yang rumit.
Cukup rekam dari bagian depan rumah, kemudian masuk ke ruang tamu, kamar, dapur, kamar mandi, dan bagian lainnya secara perlahan.
Pastikan video tidak terlalu cepat dan kondisi ruangan cukup terang.
Video seperti ini bisa membantu calon pembeli melihat kondisi rumah sebelum datang langsung.
Perhatikan waktu memperbarui iklan
Kalau iklan sudah lama tetapi belum mendapatkan respons, Anda bisa memperbarui foto atau deskripsinya.
Tidak harus mengubah semuanya.
Kadang mengganti foto utama dengan foto rumah yang lebih terang saja sudah membuat tampilan iklan terlihat berbeda.
Anda juga bisa memperbaiki judul agar informasi penting seperti lokasi, jumlah kamar, atau harga lebih mudah terlihat.
Jangan terlalu banyak menggunakan kata promosi
Iklan rumah tidak perlu dipenuhi kata-kata seperti "termurah", "terbaik", "super strategis", atau "kesempatan langka".
Lebih baik gunakan informasi yang bisa dibuktikan.
Misalnya daripada menulis:
Lokasi super strategis dan sangat dekat ke mana-mana.
Lebih jelas jika ditulis:
Rumah berada sekitar 10 menit dari stasiun dan dekat dengan minimarket serta sekolah.
Informasi konkret biasanya lebih membantu calon pembeli.
Pastikan informasi iklan tetap konsisten
Kalau rumah dipasang di beberapa tempat, periksa kembali semua iklan secara berkala.
Pastikan harga, luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar, dan nomor kontak tidak berbeda.
Informasi yang tidak konsisten bisa membuat calon pembeli bingung.
Kalau ada perubahan harga atau kondisi rumah, lakukan pembaruan di semua tempat iklan.
Pasang iklan gratis bukan berarti asal memasang
Keuntungan utama dari iklan gratis adalah Anda bisa menawarkan rumah tanpa harus mengeluarkan biaya pemasangan.
Tetapi tetap diperlukan sedikit usaha agar iklan tersebut menarik perhatian.
Foto yang jelas, harga yang masuk akal, deskripsi yang lengkap, lokasi yang informatif, dan nomor kontak yang mudah dihubungi sudah menjadi dasar yang cukup baik.
Yang terpenting, berikan informasi sesuai kondisi rumah. Dengan begitu, orang yang menghubungi Anda sudah mempunyai gambaran mengenai properti yang sedang ditawarkan.