Hal yang Sering Dilupakan Saat Memilih Rumah untuk Keluarga
Memilih rumah untuk keluarga biasanya dimulai dari beberapa hal yang mudah dilihat. Luas tanah, jumlah kamar, harga, hingga lokasi menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang memutuskan untuk membeli rumah.
Namun, ada banyak hal kecil yang justru sering terlewat saat melakukan survei. Padahal, hal-hal tersebut bisa terasa cukup penting setelah rumah mulai ditempati. Rumah yang terlihat menarik saat pertama kali dilihat belum tentu memberikan kenyamanan yang sama ketika sudah menjadi tempat tinggal sehari-hari.
Berikut beberapa hal yang sering dilupakan saat memilih rumah untuk keluarga.
Arah Matahari dan Kondisi Rumah pada Siang Hari
Saat survei rumah, banyak orang datang pada pagi atau sore hari. Akibatnya, kondisi rumah ketika matahari sedang terik tidak diketahui.
Padahal, arah datangnya sinar matahari bisa memengaruhi suhu beberapa ruangan. Kamar yang terkena sinar matahari langsung pada siang hingga sore hari misalnya, bisa terasa lebih panas dibandingkan ruangan lainnya.
Sebaiknya perhatikan posisi jendela, kamar tidur, ruang keluarga, dan area yang sering digunakan. Coba bayangkan bagaimana kondisi ruangan tersebut ketika cuaca sedang panas.
Sirkulasi Udara di Dalam Rumah
Rumah yang memiliki banyak jendela belum tentu mempunyai sirkulasi udara yang baik. Posisi jendela dan pintu juga berpengaruh terhadap bagaimana udara bergerak dari satu ruangan ke ruangan lainnya.
Ketika survei, coba perhatikan apakah rumah terasa pengap meskipun pintu dan jendela sudah dibuka. Kamar mandi, kamar tidur, dan dapur menjadi beberapa area yang perlu mendapat perhatian lebih.
Sirkulasi udara yang baik dapat membuat rumah terasa lebih nyaman tanpa harus terus bergantung pada kipas atau pendingin ruangan.
Suara dari Lingkungan Sekitar
Rumah yang terlihat tenang saat siang hari belum tentu memiliki kondisi yang sama pada malam hari.
Suara kendaraan, tempat usaha, sekolah, masjid, bengkel, atau aktivitas warga bisa berubah tergantung waktu. Karena itu, kondisi lingkungan sebaiknya tidak hanya dilihat sekali.
Jika memungkinkan, datang ke lokasi pada waktu yang berbeda. Suasana pagi, sore, dan malam dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai lingkungan tempat tinggal.
Kondisi Jalan di Depan Rumah
Jalan di depan rumah sering dianggap sebagai bagian yang sederhana, padahal cukup berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari.
Perhatikan apakah jalan cukup lebar untuk dua mobil berpapasan. Bagaimana kondisi jalan ketika hujan? Apakah kendaraan sering parkir di depan rumah? Bagaimana akses ketika harus membawa mobil masuk atau keluar?
Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sepele saat pertama kali survei, tetapi bisa menjadi rutinitas yang dirasakan setiap hari.
Tempat Parkir untuk Jangka Panjang
Jumlah kendaraan keluarga bisa berubah seiring waktu. Saat ini mungkin hanya memiliki satu mobil atau satu motor, tetapi beberapa tahun kemudian kebutuhan kendaraan bisa bertambah.
Karena itu, jangan hanya menghitung apakah kendaraan saat ini bisa masuk ke garasi. Perhatikan juga ruang untuk membuka pintu mobil, akses menuju rumah, dan kemungkinan penambahan kendaraan.
Untuk keluarga yang memiliki anak, area parkir juga sebaiknya tidak mengganggu ruang bermain atau akses keluar-masuk rumah.
Kondisi Air dan Saluran Pembuangan
Air merupakan salah satu kebutuhan utama yang kadang baru diperhatikan setelah rumah mulai ditempati.
Saat survei, coba tanyakan sumber air yang digunakan, tekanan air, kondisi pompa, serta bagaimana pembuangan air dari kamar mandi dan dapur.
Jika rumah berada di kawasan yang rawan genangan, perhatikan juga posisi saluran air di sekitar rumah. Jangan hanya melihat kondisi halaman ketika sedang kering.
Potensi Rumah Menjadi Lembap
Dinding yang terlihat bagus belum tentu bebas dari masalah kelembapan. Beberapa bagian rumah bisa menyimpan kelembapan terutama jika ventilasi kurang baik atau terkena rembesan air.
Periksa bagian bawah dinding, sudut ruangan, belakang lemari yang sudah tersedia, serta area sekitar kamar mandi. Bekas cat menggelembung, noda hitam, atau bau yang sedikit apek bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
Masalah kecil yang dibiarkan terlalu lama bisa membuat biaya perawatan rumah bertambah.
Jarak ke Fasilitas yang Benar-Benar Dibutuhkan
Lokasi rumah bukan hanya soal dekat dengan pusat kota atau jalan utama. Untuk keluarga, fasilitas yang digunakan sehari-hari justru lebih penting.
Coba perhatikan jarak menuju minimarket, pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan akses transportasi. Jika memiliki anak kecil, jarak menuju sekolah bisa menjadi pertimbangan penting karena akan memengaruhi rutinitas setiap hari.
Rumah yang sedikit lebih jauh dari pusat keramaian tetapi memiliki akses yang mudah ke berbagai kebutuhan sehari-hari bisa terasa berbeda setelah ditempati.
Kondisi Rumah Saat Hujan
Survei rumah ketika cuaca cerah memang lebih nyaman, tetapi ada beberapa masalah yang baru terlihat ketika hujan.
Atap bocor, talang yang tidak mengalir dengan baik, air masuk ke garasi, atau halaman yang tergenang biasanya lebih mudah diketahui saat hujan turun.
Jika tidak memungkinkan melakukan survei ketika hujan, tanyakan kepada pemilik atau penghuni sebelumnya mengenai kondisi rumah ketika musim hujan. Perhatikan juga bekas rembesan di plafon dan dinding.
Ruang untuk Menyimpan Barang
Ketika rumah masih kosong, ruangan biasanya terlihat luas dan rapi. Kondisinya bisa berubah setelah semua barang keluarga masuk.
Pakaian, sepatu, peralatan dapur, mainan anak, dokumen, hingga perlengkapan rumah tangga membutuhkan tempat penyimpanan.
Karena itu, jangan hanya menghitung jumlah kamar. Perhatikan juga apakah tersedia ruang untuk lemari, rak, gudang kecil, atau tempat penyimpanan lainnya.
Keamanan Lingkungan
Keamanan bukan hanya tentang ada atau tidaknya pagar rumah.
Perhatikan kondisi jalan sekitar, penerangan pada malam hari, akses keluar-masuk lingkungan, serta keberadaan sistem keamanan jika tersedia.
Untuk keluarga dengan anak-anak, lingkungan yang aman juga berkaitan dengan aktivitas anak ketika bermain di luar rumah. Jalan yang terlalu ramai kendaraan tentu membutuhkan perhatian lebih.
Rencana Pembangunan di Sekitar Rumah
Lingkungan sekitar rumah bisa berubah setelah beberapa tahun. Tanah kosong dapat berubah menjadi bangunan, jalan bisa menjadi lebih ramai, atau area di sekitar rumah berkembang menjadi kawasan komersial.
Sebelum membeli, tidak ada salahnya mencari informasi mengenai pembangunan yang sedang direncanakan di sekitar kawasan tersebut.
Hal ini penting terutama jika tujuan membeli rumah adalah untuk ditempati dalam jangka panjang.
Biaya Setelah Rumah Dibeli
Harga rumah bukan satu-satunya pengeluaran yang perlu disiapkan.
Setelah membeli rumah, masih ada kemungkinan biaya untuk renovasi, perbaikan instalasi, pemasangan perabot, biaya pindahan, hingga kebutuhan lainnya.
Rumah dengan harga yang terlihat lebih murah belum tentu membutuhkan biaya tambahan yang sedikit. Karena itu, kondisi rumah secara keseluruhan perlu diperiksa sebelum mengambil keputusan.
Kenyamanan Anggota Keluarga
Setiap anggota keluarga bisa memiliki kebutuhan yang berbeda. Orang tua mungkin membutuhkan kamar yang mudah diakses, anak membutuhkan ruang untuk belajar atau bermain, sementara anggota keluarga lainnya membutuhkan ruang yang lebih tenang.
Karena itu, jangan hanya melihat rumah dari sisi bangunan. Coba bayangkan aktivitas keluarga sehari-hari di dalamnya.
Di mana anak akan belajar? Apakah ruang keluarga cukup nyaman untuk berkumpul? Apakah kamar tidur cukup jauh dari sumber suara? Apakah ada ruang yang bisa digunakan ketika salah satu anggota keluarga membutuhkan privasi?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini sering kali membantu melihat rumah dari sudut pandang yang berbeda.
Kemungkinan Keluarga Bertambah
Rumah yang cukup untuk keluarga saat ini belum tentu tetap cukup beberapa tahun mendatang.
Jika pasangan berencana memiliki anak atau anggota keluarga lain kemungkinan akan tinggal bersama, kebutuhan ruang sebaiknya ikut diperhitungkan.
Tidak selalu harus membeli rumah yang sangat besar. Yang lebih penting adalah melihat apakah rumah tersebut masih bisa menyesuaikan kebutuhan keluarga ketika kondisi berubah.
Datang ke Lokasi Lebih dari Sekali
Satu kali survei sering kali belum cukup untuk mengenal sebuah rumah dan lingkungannya.
Cobalah datang pada waktu yang berbeda. Pagi hari bisa digunakan untuk melihat aktivitas sekitar, sore untuk melihat kondisi jalan dan suhu rumah, sedangkan malam untuk mengetahui penerangan dan suasana lingkungan.
Dengan melihat rumah pada beberapa waktu berbeda, gambaran mengenai tempat tersebut biasanya menjadi lebih lengkap.